Senin, 11 Mei 2015

Beredar 17 Inisial Nama Artis dan Tarif Kencannya di Media Sosial

Belasan inisial nama artis dan kalangan selebriti Indonesia yang diduga terlibat dalam praktik prostitusi kelas kakap yang melibatkan artis AA tersebar luas di media sosial.


Dalam daftar inisial nama artis itu, juga tercantum tarif untuk layanan kencan.



Terkait hal ini, Polres Jakarta Selatan dengan tegas menyatakan tidak pernah menyebarluaskan inisial nama-nama artis yang diduga terlibat dalam jaringan mucikari RA.



"Itu bukan dari kami, saya malah belum tahu ada inisial nama artis," ujar Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Audi Latuheru, Senin 11 Mei 2015.



Audi juga mengaku terkejut dengan adanya daftar artis yang telah tersebar luas di masyarakat itu.



"Dari mana itu asalnya? Saya juga baru tau," ujarnya.



Audi mengakui, selama pemeriksaan, memang tersangka menyebutkan memiliki 200 wanita koleksi yang siap dipromosikan untuk melayani pria hidung belang.



Namun, semua nama wanita koleksi mucikari RA tidak pernah disebarluaskan.

Berikut inisial nama artis dan tarif tersebut:



1. TB Rp.200 juta
2. JD Rp.150 juta
3. RF Rp.60 juta
4. CS Rp.60 juta
5. MT Rp.55 juta
6. KA Rp.55 juta
7. SB Rp.55 juta
8. CB Rp.50 juta
9. PUA Rp.45 juta
10.NM Rp.40 juta
11.CT Rp.40 juta
12.UJ Rp.35 juta
13.LM Rp.35 juta
14.DL Rp.30 juta
15.BS Rp.30 juta
16.AA Rp.25 juta
17.FNP Rp.20 juta

Akik Di Tawar 1,2 Belum Dilepas


Dunia akik masih menyelimuti di jaman modern seperti sekarang ini. Seseorang rela mengeluarkan uang sampai bermilyar-milyar untuk membeli sebuah batu akik. Seperti yang terjadi di pameran Batu akik yang di gelar di gedung Korpri Wonosobo selama 9 hari terhitung dari tanggal 2 sampai 10 Mei 2015.

Terdapat sebuah batu akik yang dimiliki pengusaha dari Bengkulu dan di tawar sampai 1,2 milyar dengan alasan terdapat gambar sepatu dalam batu tersebut dan termasuk barang yang langka namun belum menemui titik kesepakatan karena harga yang di tawar masih terlalu jauh dari harga yang diberikan yaitu sebesar 2 Milyar rupiah.

Sementara itu Abdul Ghofur selaku Ketua Panitia Pameran Batu Akik mengungkapkan tentang keinginannya mewadahi para pengrajin dan penggemar batu akik untuk bisa lebih menggali potensi yang ada di setiap daerah terkait dengan bebatuan.

Sedikitnya 50 stand yang ikut bergabung dalam pameran akik tersebut 7 diantaranya stand dari Wonosobo sedangkan lainnya berasal dari daerah lain seperti Jakarta, Surabaya, Jogja bahkan ada yang berasal dari luar pulau yaitu Bengkulu dan juga Lampung. Untuk harga batu akik sendiri bervariasi, misalkan batu berjenis bacan yang berada di kisaran harga 2 juta sampai 6 juta rupiah, black oval yang berkisar 3 juta sampai 7 juta rupiah dan juga batu lain yang berkisardari 50 ribu sampai dengan 1 juta rupiah.

Ghofur juga berharap agar kedepannya semakin banyak pengrajin dan juga peminat batu akik sehingga upaya pemerintah dalam melestarikan batu akik semakin memadai dan industry kreatif lebih banyak bermunculan. ard


Klinik Drum Versi Wonosobo Rock Community

Tak hanya sekedar menabuh namun apabila terus-menerus barlatih maka permainan drumm akan semakin mumpuni dan penuh seni. Tak jarang beberapa musisi menjadi terkenal karna permainan drumnya. 

Para pecinta dan penikmat music beserta musisi Wonosobo khususnya music bergenre rock yang tergabung dalam Komunitas Wonosobo Rock Community atau WRC adakan Klinik Drum di Allure Minggu10 Mei 2015 dari pukul 15.00 WIB sampai 21.30 WIB.

Acara tersebut merupakan agenda rutin WRC yang diadakan setiap sebulan sekali dengan acara  WRC show and Jaming Season. Dan ini merupakan kali ke 8 acara tersebut terselenggara.

Lebih dari 50 orang baik itu dari para pecinta drum anggota WRC ataupun dari para pengunjung allure sendiri mengikuti event tersebut. Panitia juga menghadirkan narasumber Utak Aurota dari AVM Studio, Patria Noor B dan Adi Nugros yang merupakan putra Wonosobo yang sedang mendalami ilmu musiknya di sebuah Universitas Musik di Jogja. Mereka bersama membagi ilmunya dalam bidang drum dan percusi seperti tuning drum, pemilihan head, kicking, stick dan materi lainnya.

Acara pun ikut dimeriahkan dengan adanya penampilan dari percussi dilanjutkan dengan sedikitnya 12 band dari angoota WRC.

Ketua Panitia Julius Cesar mengatakan bahwa agenda rutin yang diadakan setiap bulan ini mengambil tema drum dan percussi setelah sebelumnya bertermakan gitar dan juga bass season. Tujuannya untuk memperkenalkan tekhnik beserta teori-teori dalam permainan percussi atau drumm.

Khoirul Hidayat selaku ketua WRC berharap para pecinta music bisa berkarya minimal bisa recording baik itu karya sendiri ataupun cover lagu lain. Selain itu juga mengetuk hati pemerintah untuk lebih bisa membuka mata dan juga telinga agar mengetahui akan adanya potensi yang luar biasa seperti ini yang dimiliki oleh para putera daerah. ard




Pinky Boy dari Wonosobo Menawan di Grasstrack Brebes 2015

 Adalah Rizky HK pembalap asal kota Wonosobo, Jawa Tengah, yang merupakan mantan Juara Nasional dan Juara Powertrack.

Di bawah naungan team Rehobat Norifumi Jaton Swallow FLY TK Racing. Rizky tampil menawan dengan memakai kostum kebesaranya yang berwarna “pink putih” di event Grasstrack Brebes Minggu 10 Mei 2015.

Point-nya untuk kelas Bebek Modifikasi 4 Tak 125cc Senior Kejurnas jauh dari para rivalnya. Terpaut 10 point dari Irsan Alvaro asal Jawa Barat. Sedangkan untuk kelas 110cc Senior dan kelas Sport & Trail Senior hanya terpaut 2 angka dari pemuncak kelasement sementara.

Rizky juga memiliki target utama yaitu tahun ini ia berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan apa yang sudah diraih di tahun sebelumnya menjadi juara dKejuaraan Kejurnas Grasstrack.

Alasan tentang pilihan warna pink pada kostumnya tersebut adalah bukan untuk memikat kaum hawa namun kostum itu merupakan pemberian bos yang menginginkan penampilan Rizky berbeda dengan pembalap lain.

Kabarnya pekan ini Rizky akan kembali beraksi di event Powertrack yang akan diselenggarakan di kota Salatiga. Sehingga ia memanfaatkan waktunya untuk persiapan dengan menjaga kebugaran tubuh karena menurutnya untuk bermain di kelas Powertack perlu tubuh yang memiliki kondisi prima. apr


Cuma 19 Juta, Warga Wonosobo ini Tak Tahu kalau Mobil Curian

Meskipun sempat curiga namun Saepuji (29), warga Wonosobo tak tahu kalau mobil Daihatsu Grand Max yang dibeli dari Bambang Santoso yang merupakan tetangga Sukur pada akhir April 2015 adalah hasil curian. Sebab, saat bertransaksi, surat-surat mobil tersedia lengkap.

Bambang mengatakan kepada Saepuji bahwa dirinya hanya diperintah oleh seseorang warga Boja Kendal berinisial H untuk menjual mobil bak terbuka tersebut dengan harga Rp 19 juta. Jika berhasil melegonya ke seseorang, sebagai imbalan, Bambang bakal mendapat komisi Rp 500 ribu.

Memang nasib nahas sedang menimpa Saepuji. Pasalnya belum sempat ia merasakan mobil barunya tersebut sudah disita petugas. Dan Sialnya lagi, ia ikut terseret dalam kasus tersebut.


original writer:ysn


Lagi: Warga Wonosobo tertangkap di daerah lain

 Setelah terlibat kasus pencurian di Semarang, kini warga Wonosobo kembali terlibat kasus serupa di Kendal Jawa Tengah.

Adalah Saifuji (43) warga Dusun Klepu RT 63/RW17, Desa Binangun, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo dan Sukur (47) warga Dusun Ngariboyo RT05/RW04, Desa Sindupaten, Kabupaten Wonosobo (pembeli mobil curian) serta Bambang Santoso bin Ribut Sigiono (40) warga Dusun Ngariboyo, RT05/RW04, Desa Sindupaten, Kabupaten wonosobo( perantara penjual mobil curian). Sementara pelaku pencurian mobil Daihatsu Granmax nopol H 1714 WD milik korban , masih buron.

AKBP Widi Atmoko selaku Kapolres Kendal menerangkan Kronologi pencurian terjadi pada tanggal 21 Juli 2014, pukul 18.30 WIB. Saat itu mobil Daihatsu Granmax dengan nopol H 1714 WD milik korban bernama Aspari bin Kamani (43) warga Desa Rejosari RT05/RW03, Kecamatan Brangsong lengkap dengan STNK di dalamnya diparkir di depan rumah dalam keadaan terkunci. Namun, pukul 19.45 mobil sudah tak lagi ada di tempat dan diduga dicuri orang. Dan tanggal 18 Maret 2015, korban dapat informasi dari seseorang mobilnya berada di daerah Wonosobo ditangan Saefuji. Kemudian polisi langsung bergerak dan berhasil mengamankan tersangka Saefuji bersama barang buktinya dan digelandang ke Polsek Brangsong guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk mempertanggungjabkan perbuatanya atas kasus perkara petolongan jahat ini, para tersangka tersebut bakal dijerat dengan pasal 480 jo pasal 363 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” tegas Widi.

Kapolres juga menjelaskan bahwa ternyata mobil hasil curian itu awalnya dibeli oleh tersangka Sukur bin Marto Amito dari seseorang yang mengaku bernama Heri warga dari Kecamatan Boja. Kemudian mobil itu dijual kepada Saefuji melalui perantaranya Sukur bernama Bambang Santoso.



Langka, Pembelian Gas Melon Dibatasi 2 Tabung Per Orang

Kelangkaan gas LPG Tabung 3 Kilogram, atau yang dikenal luas dengan gas melon mulai disikapi oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Selain dengan mengajukan tambahan alokasi fakultatif harian hingga mencapai 100 %, atau 14.871 tabung, operasi pasar (OP) pun mulai dilakukan di beberapa titik yang dinilai rawan kekurangan pasokan. Kepala Bagian Perekonomian dan Ketahanan Pangan Setda, Dra Harti MM mengemukakan, OP tersebut mulai dilakukan pada Senin 11 Mei 2015.

Ketika ditemui di kantornya, Harti menyebut bahwa pihaknya memulai kegiatan operasi pasar setelah munculnya keluhan dari warga masyarakat yang merasakan dampak dari kelangkaan gas melon pada beberapa waktu terakhir. "Masyarakat sudah mulai resah karena aktivitas harian mereka terganggu setelah tak bisa mendapat gas 3 kilogram", jelas Harti. Beberapa wilayah yang dinilai sangat mendesak untuk dilakukan OP, menurut Harti adalah Mojotengah, Garung, Pasar Sumberan, Selomerto, Kaliwiro, Leksono, Jaraksari, Sapuran dan Kertek. "Di wilayah-wilayah tersebut, kami akan mendistribusikan gas melon melalui 5 Agen yang sudah ditunjuk, dengan masing-masing agen mendapat alokasi 560 tabung gas melon", lanjut Harti.

Demi kelancaran distribusi dan pemerataan agar tak lagi terjadi kelangkaan di lapangan, Harti juga menyebut bahwa masyarakat dibatasi kuota maksimal. "Setiap orang hanya diperbolehkan membeli gas melon maksimal 2 tabung, dengan harga yang ditetapkan sebesar Rp 15.500,-", urai Harti.
Ke depan, Harti juga mengaku akan terus mengupayakan agar jumlah alokasi fakultatif bisa ditambah oleh Pertamina, sehingga masyarakat tak lagi kesulitan mendapatkannya.

Situasi Operasi Gas Melon di beberapa titik yang dilakukan oleh Bagian Perekonomian dan Ketahanan Pangan Setda Wonosobo