Minggu, 01 Februari 2015

Berkunjung Ke Pos Pengungsi Garung Lor, Wakil Bupati Bawa TV dan Tawarkan Bilik Cinta


WONOSOBOZONE - Suasana dapur umum di Pos Pengungsi Garung Cangak, Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, Selasa siang (27/1) mendadak ger-geran penuh tawa. Beberapa perempuan yang tengah sibuk menyiapkan makan siang pun tampak tersipu-sipu memerah wajahnya. Usut punya usut, keriangan suasana di dapur umum tersebut ternyata bersumber dari hadirnya Wakil Bupati Wonosobo, Dra Hj Maya Rosida MM, yang datang menawarkan pembuatan bilik cinta bagi para pengungsi. Sebuah tawaran yang tentu saja membuat puluhan kaum ibu itu merona wajahnya. Meski terkesan setengah bercanda, Maya mengaku serius dalam menawarkan bilik spesial tersebut, demi memenuhi salah satu unsur kebutuhan primer bagi pasangan suami-istri itu.

Wakil Bupati yang hadir bersama Dandim 0707, Kabag Kesra, dan Kabag Humas Setda, serta Camat dan Muspika Sukoharjo memang berniat memberikan suasana baru bagi 298 jiwa pengungsi asal Dusun Garung Cangak. Tiga hari sudah, 82 kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah kediaman, setelah kejadian longsor tebing di Petak 9 lahan perhutani, Minggu (25/1) lalu. Mereka diminta mengungsi demi menghindari dampak buruk longsor susulan yang diperkirakan bisa menimbun dusun Garung Cangak. Meski sudah ada yang berani pulang ke rumah ketika siang hari, serta mulai beraktivitas harian, ketika hujan atau beranjak malam mereka tetap diwajibkan tidur di Balai Dusun sebagai posko pengungsian.

Camat Sukoharjo, Drs Mulyono dan Kades Garung Lor, Fahmi Abas masih menyusun konsep ideal relokasi untuk para pengungsi tersebut, ke tanah kas desa seluas 1,3 hektar, tak jauh dari posko pengungsian. Secara umum, warga Dusun Garung Cangak diakui Mulyono cukup kooperatif ketika ditawarkan relokasi. Hanya saja, menurut Kades, sebagian warga masih menginginkan agar rumah asal mereka tidak lantas menjadi milik perhutani, karena mereka merasa sanggup membeli tanah kas desa yang disediakan sebagai kawasan relokasi.

Kondisi itu, menurut Wabup perlu dipikirkan secara serius. Pihak Kecamatan maupun Pemerintah Desa harus duduk bersama warga mencari solusi terbaik, demi keselamatan masyarakat Garung Lor. Wabup masih meyakini, warga masyarakat Garung Cangak yang telah dua kali mengalami tanah longsor di tempat yang sama, bisa diajak berembuh secara kekeluargaan.

Kedatangan ke lokasi pengungsi untuk memberikan sarana hiburan, berupa perangkat televisi layar datar, lengkap dengan antena parabola, diharapkan Wabup mampu sedikit mengobati rasa lelah para pengungsi, yang untuk sementara harus meninggalkan rumahnya. Pembuatan bilik asmara yang bisa dipergunakan para suami istri, dinilai Maya juga seharusnya dipikirkan, karena selama berhari-hari di pengungsian, tentu kebutuhan biologis setiap pasangan suami istri tetap perlu dipenuhi.

Terkait kondisi tanah yang masih menutupi badan jalan desa Garung Lor, sebuah alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dibantu sejumlah warga setempat serta puluhan personel Koramil Sukoharjo tampak bahu-membahu menyingkirkannya. Diperkirakan, dalam dua hari ini tanah tersebut sudah bisa dibersihkan. Dandim 0707 Wonosobo, Letkol Inf Agus Muchlis Latif menegaskan bahwa jajarannya siap sedia membantu agar secepat mungkin jalan desa tersebut dapat dipergunakan kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar