WONOSOBOZONE - Kejadian terbakarnya pasar induk Wonosobo, yang telah menyebabkan ribuan pedagang terpaksa terhenti sementara mata pencahariannya, menarik simpati banyak pihak. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo salah satunya. Melalui luasnya jaringan, termasuk siswa dan tenaga pendidik serta para pegawai yang berada di bawah naungannya, Dinas yang dipimpin Drs One Andang Wardoyo MSi tersebut berhasil mengumpulkan donasi hingga mencapai Rp 55 Juta Rupiah. Senin (2/2), seluruh dana yang terkumpul tersebut dibagikan secara merata kepada 185 pelajar SD, SMP dan SMA, anak dari para pedagang naas yang kehilangan kios mereka akibat kebakaran hebat akhir Desember lalu. Kepala Dikpora, Drs One Andang Wardoyo MSi berharap, bantuan berupa uang tunai sebesar Rp 300.000,- untuk masing-masing anak itu tak disalahgunakan untuk sekedar membeli pulsa atau kebutuhan konsumtif yang tidak berkaitan dengan pendidikan.
Uang tunai yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Wonosobo, Dra Hj Maya Rosida MM di Gedung Sasana Adipura Kencana itu, menurut Andang selayaknya digunakan untuk menunjang kebutuhan primer para siswa. Membeli buku dan alat tulis yang memang sudah waktunya diganti, atau baju seragam dan sepatu dengan menggunakan uang santunan, dikatakan Andang jauh lebih memberi manfaat bagi kelanjutan proses belajar mereka. Andang juga berharap, para pelajar bisa menghargai ketulusan jajaran pendidik yang dengan ikhlas menyumbangkan uang untuk turut membantu meringankan beban orang tua mereka. Simpati dan kepedulian dari para guru dan jajaran pegawai Dikpora Kabupaten Wonosobo kepada para pedagang yang menjadi korban kebakaran tersebut, menurut Andang layak diapresiasi secara khusus, mengingat berkat ketulusan mereka, 185 siswa dari 19 SD, 2 SMP dan 2 SMA bisa dibantu.
Harapan Andang itu direspon positif para pelajar penerima santunan. Kebanyakan dari mereka mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih, di tengah musibah yang menimpa orang tuanya, masih ada tangan-tangan tulus tanpa pamrih membantu. Siwi (11), siswi kelas 5 SD yang orang tuanya biasa berdagang sayuran mengaku akan menggunakan sebagian uang itu untuk memperbarui sepatunya yang sudah usang, dan sebagian lagi akan diserahkan kepada kedua orang tuanya untuk membantu membeli kebutuhan harian keluarganya. Hal senada juga disampaikan beberapa pelajar lainnya, yang kebanyakan juga ingin menyerahkan sebagian dari uang santunan kepada orang tua masing-masing, selain untuk membeli keperluan sekolahnya.
Pesan agar uang santunan tidak disalahgunakan juga disampaikan Wakil Bupati, Maya Rosida. Di sela-sela menyerahkan bantuan, kepada para siswa Maya meminta mereka agar tetap semangat belajar dan menggunakan uang yang diterima untuk memenuhi kebutuhan mereka, terutama kebutuhan-kebutuhan mendesak terkait sekolah. Kebutuhan lain yang tidak terlalu mendesak atau bahkan tidak memiliki keterkaitan dengan penunjang kegiatan belajar diharapkan Maya tidak dibeli dahulu. Adanya keprihatinan di tengah orang tua akibat musibah kebakaran, anak-anak tersebut juga diharapkan mampu menyesuaikan diri, dengan tidak memperberat beban mereka, serta tetap menunjukkan keseriusan dalam belajar, baik di rumah maupun di sekolah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar