Minggu, 01 Februari 2015

2025, Unsiq Targetkan Masuk 10 Besar se-Jateng


WONOSOBO – Universitas Sains Al Quran (Unsiq) Jawa Tengah merintis gerakan membaca Alquran dengan mengirim mahasiswanya untuk mendampingi masyarakat di perdesaan. Gerakan ini dinilai efektif untuk membantu program pemerintah dalam memberantas buta huruf.
Rektor Unsiq Muchotob Hamzah mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas akademis. Unsiq juga mematangkan program perguruan tinggi berbasis pesantren dan menargetkan masuk kategori 10 universitas terbaik di Jawa Tengah pada 2025 . Kedekatan dengan kalangan santri, ulama, serta alumni merupakan kekuatan Unsiq sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren.
Menginspirasi
”Tekad menjadikan Unsiq masuk 10 besar universitas di Jawa Tengah pada 2025 terus kami tingkatkan, baik dari sisi kualitas akademis maupun manajerial,” terangnya saat menerima rombongan Suara Merdeka di ruang rektorat, Kamis (29/1).
Rektor didampingi Kepala Biro Administrasi Umum Akademik Kemahasiswaan yang juga Ketua ICMI Wonosobo Abdul Koliq dan Wakil Rektor I Bidang Akademik Zaenal Sukawi. Dari Suara Merdeka, hadir Manajer Pemasaran Berkah Yuliarto dan Kepala Pemasaran Kedu Utara Dodhy Yulianto.
Pertemuan itu dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas jalinan kerja sama kedua pihak. Lebih lanjut Muchotob mengatakan, untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Unsiq terus meningkatkan sistem informasi akademis, manajemen, dan teknologi. Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Tahun ini puluhan dosen tetap mengikuti pendidikan S-3.
Berkah Yuliarto menuturkan, jalinan kerja sama dengan Unsiq diharapkan mendorong perguruan tinggi itu agar semakin dekat dengan masyarakat. Menurutnya, program Unsiq seperti pendampingan oleh mahasiswa dalam program baca-tulis Alquran di desa-desa layak dipublikasikan secara intensif agar menginspirasi perguruan tinggi lain di Indonesia. (H67-59)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar